<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7746466031902518307</id><updated>2011-04-22T08:12:05.588+07:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='Informasi'/><category term='Inspirasi'/><title type='text'>R A M A</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://chandra2ma.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7746466031902518307/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chandra2ma.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>R A M A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08354623061347282754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7746466031902518307.post-7504821541102093763</id><published>2008-11-10T10:53:00.004+07:00</published><updated>2008-11-10T11:02:10.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>RESEARCH DAY FEUI 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hxbW-KrgMYU/SRexY4TutsI/AAAAAAAAAA0/eggxdmhDtW8/s1600-h/UNDANGAN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 301px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hxbW-KrgMYU/SRexY4TutsI/AAAAAAAAAA0/eggxdmhDtW8/s320/UNDANGAN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266873330223199938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlampir   bersama ini  Undangan Research Day FEUI yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 November 2008.  Seminar ini diselenggarakan dalam rangkaian  ulang tahun FEUI ke 58.  Topik topik yang akan disampaikan sangat  actual dan menarik untuk diketahui  karena apa yang disampaikan  oleh pembicara merupakan hasil peneltian akademis dan sebagian adalah telah dipublikasi  di International Jurnal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Research days FEUI  merupakan acara rutin yang diselenggarakan  tiap tahun.  Acara  di koordinasi oleh Bagian Riset dan Pengabdian Masyarakat (RPM FEUI).   &lt;b&gt;Peserta TIDAK DIPUNGUT BIAYA ( GRATIS&lt;/b&gt;).   &lt;b&gt;Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian  acara Research Daya  akan  diberikan  sertifikat dan seminar kit..&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7746466031902518307-7504821541102093763?l=chandra2ma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chandra2ma.blogspot.com/feeds/7504821541102093763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7746466031902518307&amp;postID=7504821541102093763&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7746466031902518307/posts/default/7504821541102093763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7746466031902518307/posts/default/7504821541102093763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chandra2ma.blogspot.com/2008/11/research-day-feui-2008.html' title='RESEARCH DAY FEUI 2008'/><author><name>R A M A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08354623061347282754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hxbW-KrgMYU/SRexY4TutsI/AAAAAAAAAA0/eggxdmhDtW8/s72-c/UNDANGAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7746466031902518307.post-158976395160989908</id><published>2008-10-16T11:22:00.000+07:00</published><updated>2008-10-16T11:32:34.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Akar Krisis Keuangan Amerika</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di Amerika, kita harus kembali ke tahun 2001. Pada saat itu, the Fed (Bank Sentral USA) menurunkan suku bunga secara drastis, hingga ke 1%. Alasana  utamanya adalah untuk menggenjot kondisi perekonomian Amerika yang waktu itu dalam keadaaan resesi . Diharapkan dengan penurunan suku bunga tersebut akan membantu pertumbuhan ekonomi. Skenarionya, dengan turunnya suku bunga, maka keinginan masyarakat untuk menabung akan semakin rendah, sehingga akan terjadi  perubahan alokasi uang dari tabungan ke kegiatan konsumsi dan investasi. Kenaikan konsumsi mendorong ekspansi produksi perusahaan, dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, penurunan suku bunga menyebabkan semakin tingginya minat masyarakat untuk lebih banyak mengambil pinjaman/kredit dari bank. Masyarakat menjadi lebih berani mengambil kredit konsumsi  dan meningkatkan penggunaan kartu kredit untuk mendukung perilaku konsumtif tersebut. Demikian juga halnya dengan perusahaan, mereka semakin banyak menggunakan dana perbankan untuk membiayai ekpansi usaha mereka. Dalam skenario, kejadian tersebut akan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, suku bunga di Amerika mencapai titik terendah sepanjang sejarah, yang menyentuh angka cuma 1%.  Akibatnya suku bunga untuk Mortgage (kalau di Indonesia dikenal sebagai Kredit Pemilikan Rumah), menjadi sangat rendah juga. Masyarakat  menjadi tertarik untuk membeli rumah dengan KPR, baik untuk dipakai sendiri ataupun untuk investasi. Perusahaan pengembang properti pun bisa mendapatkan akses pinjaman murah dari bank untuk mengembangkan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sektor properti, pembuatan produknya memerlukan waktu yang cukup lama, akibat lamanya waktu dalam pekerjaan konstruksi. Akibatnya, minat masyarakat  Amerika untuk membeli rumah yang begitu tinggi pada saat itu tidak bisa diserap sepenuhnya oleh perusahaan pengembang, sehingga harga properti naik. Kenaikan harga property tersebut ternyata  semakin meningkatkan minat masyarakat Amerika untuk membeli properti, sehingga  harga properti menjadi lebih tinggi lagi. Siklus ini berulang-ulang sehingga mendongkrak harga properti secara drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika merupakan negara yang masyarakatnya paling konsumtif,  bahkan dapat dinyatakan rata-rata konsumsi mereka lebih besar daripada pendapatan. Kenaikan harga properti yang terjadi pada masa itu lalu dimanfaatkan masyarakat  sebagai alternatif sumber tambahan  pendapatan,  melalui kegiatan refinancing.  Dengan re-financing, dimungkinkan untuk mengambil pinjaman baru dari Bank dengan mengagunkan rumah mereka, yang notabene statusnya masih dicicil (belum lunas).  Uang ini selanjutnya digunakan kembali oleh masyarakat, baik untuk konsumsi maupun untuk investasi kembali di properti yang lain karena tergiur kenaikan harga properti yang drastis. Ujung-ujungnya kejadian ini membuat harga properti semakin `menggila' Pihak bank mau menerima agunan rumah yang masih dicicil tersebut, karena pada saat itu institusi keuangan berlomba-lomba  menawarkan kredit KPR demi mengejar keuntungan. Bagi mereka  mengucurkan KPR sangat menjanjikan, karena jangka waktu pinjaman yang relatif panjang. Dalam rangka menjaring nasabah lebih banyak dan keuntungan yang lebih tinggi, mereka mulai menerima prospek yang sebenarnya secara finansial kurang mampu, dan tidak layak untuk mengambil KPR . Tetapi institusi keuangan pada saat itu tidak berkeberatan, karena mereka tetap mempunyai jaminan rumah, dan berasumsi pasar properti akan naik terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan kejadian terebut, di Amerika  semakin populernya sejenis KPR yang disebut ARM (Adjustable Rate Mortgage). Pada intinya adalah KPR dimana tingkat suku bunganya dalam 2-3 tahun pertama sangat murah, tetapi pada tahun selanjutnya akan naik lebih tinggi daripada KPR biasa. Kredit jenis ini ternyata banyak menarik minat masyarakat karena tergiur bunga awal yang sangat rendah. Pertimbangan tambahan mereka adalah, sebelum masa 2-3 tahun itu habis, pasar properti pasti sudah naik lagi, dan properti itu sudah akan mereka jual ataupun mereka bisa melakukan "refinancing" lagi dengan mengandalkan kenaikan harga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan lainnya yang terjadi adalah adalah maraknya pasar CDO (Collateralized Debt Obligation). Akibat semakin aktifnya pasar KPR, institusi keuangan pun agak kewalahan untuk mengumpulkan dana yang bisa dipakai untuk memberikan KPR.  Jalan keluarnya adalah mereka mengembangkan produk yang namanya CDO. Secara sederhana, CDO adalah obligasi yang diterbitkan berdasarkan pada KPR yang telah dikucurkan oleh bank ataupun institusi keuangan lainnya. Bunga yang dipakai untuk membayar bunga obligasi CDO adalah bunga yang mereka dapat dari kredit KPR yang telah mereka kucurkan. Dana yg didapat oleh institusi keuangan dari hasil penjualan obligasi CDO ini, lalu mereka kucurkan lagi untuk memberikan KPR, yang lalu mereka pakai untuk menerbitkan obligasi CDO lagi. Siklus ini kemudian juga terjadi berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian di atas kemudian dikenal sebagai cikal bakal terjadinya krisis &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Subprime Mortgage&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,&lt;/span&gt; yang sampai saat ini dianggap sebagai akar krisis keuangan Amerika, dan selanjutnya berdampak pada krisis keuangan Global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Edison's Newspaper)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7746466031902518307-158976395160989908?l=chandra2ma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chandra2ma.blogspot.com/feeds/158976395160989908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7746466031902518307&amp;postID=158976395160989908&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7746466031902518307/posts/default/158976395160989908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7746466031902518307/posts/default/158976395160989908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chandra2ma.blogspot.com/2008/10/akar-krisis-keuangan-amerika.html' title='Akar Krisis Keuangan Amerika'/><author><name>R A M A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08354623061347282754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7746466031902518307.post-62374059139617738</id><published>2008-10-15T14:39:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T14:42:50.461+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Resiko Krisis Global</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tiga skenario risiko global siap mengancam seiring krisis di Amerika Serikat. Dampak yang paling mungkin adalah kejatuhan telak nilai tukar dolar (sharp decoupling), inflasi tinggi (stagflation), dan kelesuan ekonomi (stagnation).&lt;br /&gt;Moody Investor Service, dalam laporannya yang dikeluarkan Minggu (3/2) memaparkan, ketidakpastian itu bermuara dari AS yang belakangan diterpa benturan krisis kredit dan likuiditas sehingga mengaburkan proyeksi ekonomi. Resiko utama resesi AS itu berimbas terhadap pertumbuhan ekonomi di emerging market dan menurunkan permintaan impor negara tersebut. Artinya, negara-negara berkembang dan maju yang masih bergantung pada pertumbuhan ekspor akan terkena imbasnya. Awal bulan ini, negara-negara maju (G-7) plus Rusia menyelenggarakan pertemuan di Tokyo, Jepang. Pertemuan itu mengikutkan tiga negara outreach, yakni China, Korea Selatan, dan Indonesia. Nuansa pertemuan G-7 kali ini tentu berbeda dibandingkan dengan pertemuan- pertemuan sebelumnya. Kelesuan ekonomi global yang dipicu oleh krisis subprime mortgage di Amerika Serikat sejak pertengahan 2007, melonjaknya harga minyak mentah dunia, dan tingginya harga komoditas dunia menjadi topik utama pertemuan itu. Krisis subprime mortgage membuat berbagai institusi terkemuka di dunia, seperti Citigroup, Merrill Lynch, dan UBS rontok. Total kerugian, termasuk kredit non-subprime dan penghapusan aset, diperkirakan mencapai US$400 miliar. Hal menarik yang patut kita cermati dari kasus ini adalah besarnya injeksi dana dari negara di Asia dan Timur Tengah, sehingga menyebabkan perubahan kepemilikan institusi keuangan dunia pascakrisis subprime mortgage. Kini situasi ketidakseimbangan global menjadi semakin lebar akibat defisit neraca perdagangan AS terhadap China. Kondisi ini terlihat nyata dengan besarnya cadangan devisa China yang meningkat pesat, yakni mencapai US$1.457 triliun.&lt;br /&gt;Krisis di AS dan meningkatnya harga minyak mentah dunia pada akhirnya berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan melakukan beberapa kali revisi atas proyeksi ekonomi dunia. Pada April 2007, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini masih 4,9%. Namun, pada Januari 2008 lembaga itu memangkas pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 4,1%.&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi AS, negara yang menopang hampir 30% pertumbuhan ekonomi dunia, diproyeksikan IMF tinggal 1,5%. Padahal, pada September 2007 proyeksi IMF atas pertumbuhan ekonomi AS masih 2,9%. Hal yang sama juga terjadi pada Jepang dan Uni Eropa, termasuk negara lainnya, dengan tingkat kecepatan yang berbeda.&lt;br /&gt;Berbagai situasi inilah-yakni ketidakseimbangan global, krisis di AS, melonjaknya harga minyak mentah dunia, dan tingginya harga komoditas-yang menjadi isu sentral dalam pertemuan G-7 plus tersebut. Komunike G-7 pun menyepakati sejumlah rekomendasi yang perlu dilakukan guna menjamin stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dunia serta menjaga kestabilan pasar finansial.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7746466031902518307-62374059139617738?l=chandra2ma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chandra2ma.blogspot.com/feeds/62374059139617738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7746466031902518307&amp;postID=62374059139617738&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7746466031902518307/posts/default/62374059139617738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7746466031902518307/posts/default/62374059139617738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chandra2ma.blogspot.com/2008/10/resiko-krisis-global.html' title='Resiko Krisis Global'/><author><name>R A M A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08354623061347282754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7746466031902518307.post-7397132830425131091</id><published>2008-10-14T16:21:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T09:11:47.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Profesor Termuda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hxbW-KrgMYU/SPRnSkjjauI/AAAAAAAAAAM/gJ2bXA7-gv8/s1600-h/aulia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hxbW-KrgMYU/SPRnSkjjauI/AAAAAAAAAAM/gJ2bXA7-gv8/s320/aulia.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256940233796315874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Alia Sabur &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Baru berusia 19 tahun. Namun, namanya menghentak kalangan akademisi setelah dinobatkan sebagai profesor termuda oleh Guinness World Records.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dia sekarang menjadi profesor di Konkuk University Korea Selatan. Lahir pada 22 Februari 1989, Alia menjalani masa studinya dengan waktu amat singkat. Dari kelas IV SD, gadis ini langsung melompat ke universitas, dan lulus BA dengan predikat suma cum laude dari Universitas Stony Brook di New York ketika usianya baru 14 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia melanjutkan pendidikan di Universitas Drexel. Di universitas itu dia mendapatkan gelar master of science dan PhD. Tiga hari menjelang ulang tahun ke-19, Februari lalu, dia resmi menjadi dosen di Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan. Guinness menobatkannya sebagai guru besar termuda dalam sejarah. Dia menumbangkan rekor sebelumnya yang dicatat oleh Colin MacLaurin, mahasiswa Isaac Newton, pada tahun 1717.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan cemerlang terbentang luas di hadapan remaja Northport, New York, itu. Tapi dia memilih mengajar.  “Saya sangat senang mengajar. Karena di bidang itulah kita bisa membuat perbedaan. Dengan mengajar, kita tidak cuma menunjukkan yang bisa kita lakukan, tapi juga memampukan orang lain untuk membuat perbedaan,” katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alia tidak cuma cemerlang di bidang akademis. Ia sudah tampil memainkan klarinet bersama Rockland Symphony Orchestra pada usia 11 tahun. Di bidang musik ini ia sudah mendapat berbagai penghargaan. Seni bela diri juga dikuasainya dengan menyandang sabuk hitam taekwondo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS - Minggu, 27 April 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7746466031902518307-7397132830425131091?l=chandra2ma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chandra2ma.blogspot.com/feeds/7397132830425131091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7746466031902518307&amp;postID=7397132830425131091&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7746466031902518307/posts/default/7397132830425131091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7746466031902518307/posts/default/7397132830425131091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chandra2ma.blogspot.com/2008/10/profesor-termuda.html' title='Profesor Termuda'/><author><name>R A M A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08354623061347282754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hxbW-KrgMYU/SPRnSkjjauI/AAAAAAAAAAM/gJ2bXA7-gv8/s72-c/aulia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
